Wednesday, November 6, 2013

Kepandaian Kaum Yahudi, Ternyata dimulai dari Gaya Hidup

eksplurMenurut H. Maaruf bin H. Abdul Kadir Guru Besar berkebangsaan Malaysia dari Universitas Massachuset USA, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Stepphen Car Leon tentang pengembangan kualitas hidup orang Israel atau dalam kata lain bangsa Yahudi bahwa tenyata orang Yahudi merasa pintar karena mereka memiliki beberapa pola yang unik dan jarang dimiliki oleh bangsa lain. Berikut adalah beberapa pola hidup yang menjadikan orang-orang (bangsa) Yahudi menjadi jenius yang dapat kita tiru dalam kehidupan sehari-hari:


  1. Dalam penelitian tersebut, Stephen Carr Leon menemukan fakta bahwa apabila perempuan Yahudi hamil, calon ibu itu segera meningkatkan aktivitasnya dalam membaca, menyanyi, dan bermain piano, serta mendengarkan musik klasik. Tidak hanya itu, mereke juga memulai untuk mempelajari matematika secara intensif dan membeli lebih banyak buku tentang Matematika. Apabila ada nateri yang tidak diketahui dengan baik, mereka tidak segan-segan untuk datang kepada orang lain yang mengetahui ilmu Matematika untuk mempelajarinya. Semua itu dilakukan untuk anak mereka yang masih dalam kandungan.
  2. Setelah anak tersebut lahir, sang ibu yang menyusui bayinya itu lebih banyak makan kacang, kurma, dan susu. Siang hari, ia makan roti dengan ikan tanpa kepala dan salad. Daging ikan dianggap bagus untuk otak. Sedangkan kepala ikan harus dihindari karena mengandung zat kimia yang tidak baik untuk pertumbuhan anak. Selain itu, sang ibu diharuskan banyak makan minyak ikan (code oil level).
  3. Lalu, menu makan mereka diatur sedemikian rupa sehingga didominasi oleh ikan. Apabila ada daging, maka mereka tidak akan makan daging bersama ikan. Sebab, mereka percaya bahwa makan ikan dengan daging hasilnya tidak bagus untuk pertumbuhan. Seyogyanya, makan ikan hanya makan ikan. Dan apabila makan daging, maka hanya makan daging saja. Dalam hal makanpun, mereka mendahulukan buah-buahan, baru makan roti atau nasi. Makan nasi dulu, kemudian makan buah dipercaya hanya akan membuat mengantuk dan malas bekerja.
  4. Di Israel, merokok itu tidak tabu (tak lazim). Menurut hasil penelitian dari ahli penelitian tentang Genetika dan DNA bahwa nikotin akan merusak sel utama yang ada di otak manusia. Dampaknya, tidak hanya kepada si perokok, tetapi juga akan mempengaruhi gen (keturunan)nya. Pengaruh utama adalah membuat keturunannya menjadi bodoh. Jika diperhatikan, penghasil rokok terbesar adalah orang Yahudi, akan tetapi mereka tidak merokok.
  5. Disana, anak-anak selalu diperhatikan untuk makan buah terlebih dahulu, kemudian makan nasi atau roti, serta dianjurkan untuk makan pil ikan. Mereka harus pandai dalam hal bahasa, minimal ada 3 (tiga) bahasa yang harus dikuasai, yaitu bahasa Hebrew, Arab, dan Inggris. Mereka juga diwajibkan untuk berlatih piano dan biola. Dua instrumen ini dipercaya sangat efektif untuk meningkatkan IQ mereka. Irama musik, terutama musik klasik dapat menstimulasi sel otak. Sebagian besar dari musikus genius adalah orang Yahudi.
  6. Satu dari enam anak Yahudi diajarkan Matematika dan konsep yang berkaitan langsung dengan bisnis dan perdagangan. Bahkan, mereka hanya lulus dari perguruan tinggi setelah perusahaan mereka mendapat untung 1 juta US Dolar. Itulah sebabnya, lebih dari 50% perdagangan di dunia dikuasai oleh Yahudi. Desain levis terakhir diciptakan oleh satu Universitas di Israel, fakultas Business and Fashion.
  7. Terakhir, olahraga untuk anak-anak diutamakan terutama menembak, memanah, dan lari. Menembak dan memanah akan membentuk otak cemerlang dan mudah fokus dalam berpikir.

Sumber :
1,
gbr

Related Posts:

0 comment:

Post a Comment