Showing posts with label Update. Show all posts
Showing posts with label Update. Show all posts

Wednesday, March 30, 2016

Agar Desainmu Terlihat "Nyaman" Dilihat dan Digunakan


eksplur: Desain sangat berhubungan dengan "taste" yang dimiliki oleh desainer yang mendesain sebuah karya desain tersebut. Berikut ini akan kami paparkan bagaimana agar sebuah desain "nyaman" untuk dilihat secara visual menurut penulis.

  1. Cobalah untuk minimalis.Minimalis berarti "minimal", artinya desain tersebut secara sengaja dibuat secara minim. Misalnya tidak terlalu banyak permainan ornamen-ornamen yang sebenarnya bertujuan untuk mempercantik tampilan sebuah desain. Untuk seorang desainer, tidak baik rasanya jika hanya memandang desain sebagai pemuasan diri pribadi (kecuali jika desain itu bukan untuk dinikmati secara umum {tidak diperjualbelikan}), tapi cobalah untuk memahami apa yang konsumen inginkan, dan saat ini, yang paling diinginkan oleh konsumen adalah desain-desain yang minimalis, bahkan vintage (gaya desain post modern).

  2. Cobalah untuk mudah di mengerti.Sebuah karya desain yang baik tentunya harus mudah dipahami, misalnya anda mendesin sebuah tombol interface, katakanlah fungsinya sangat vokal dalam sebuah interface, anda mendesainnya menggunakan pengaplikasian simbol/icon yang tidak semua orang mengerti tanpa disertai teks penjelasan. Hal tersebut akan membuat kesalah-pahaman user ketika menggunakan produk tersebut. Bahkan berdampak untuk tidak tertariknya user untuk menggunakannya. Maka, desain anda dinyatakan gagal.
  3. Mainkan warna yang sesuai.Warna pada desain diketahui memiliki unsur sangat vokal, jangan gunakan warna-warna yang sulit untuk di baca. Berikut ini contoh pembacaan warna yang sulit dan mudah untuk dibaca.


    Jangan menggunakan warna yang tidak cocok, misalnya mendesain perlengkapan bayi menggunakan warna-warna mencolok, hal tersebut akan sangat mengganggu untuk user (bayi), gunakanlah warna-warna yang soft, sehingga bayi akan mudah menerimanya. Berilah warna yang tepat pada usernya, misal mendesain peralatan bayi, maka mendesainlah untuk si bayi, bukan untuk orang tuanya, karena yang akan menggunakannya adalah si bayi, bukan orangtuanya, orangtua hanya akan membantu penggunaannya saja.

  4. Cobalah pada gaya desain yang telah ada.
    Daripada sibuk mencari desain seperti apa yang cocok digunakan untuk mendesain sebuah karya khususnya karya desain produk, cobalah mulai melangkah dari hal yang telah ada, misalnya berpatokan pada bentuk dasar (kotak, segitiga, bulat/lingkaran, dsb.), atau berpatokanlah pada gaya desain yang telah ada, misalnya gaya desain de stijl, minimalis, futuristik, dll. Kemudian kembangkan bentuk-bentuk tersebut sesuai kebutuhan yang telah anda observasi sebelumnya.
  5. Lupakanlah ego.
    Ego merupakan "penyakit" dalam desain, katakanlah sebuah desain yang diinginkan user ketika mendesain adalah desain yang kompleks dengan permainan ornamen yang banyak agar lebih fungsional, tetapi si desainer tidak sependapat, dia lebih menyukai sebuah desain yang simple tanpa adanya ornamen dan dengan sedikit fungsi, disinilah ego bekerja, si desainer bisa saja mendesain berdasarkan egonya sendiri dengan mengabaikan tanggapan user dengan mempertimbangkan harga, kualitas, dll., atau mendesain sama persis dengan apa yang dikatakan user. semua memang tidak ada yang salah, tetapi menurut kami alangkah baiknya untuk mencerna dulu tanggapan user, kemudian bolehlah menggabungkannya dengan ego, namun fungsionalitas (yang diinginkan user {misalnya}) tetap menjadi bahan pertimbangan yang mendalam.
Itulah tadi mengenai pendapat kami agar desain terlihat "nyaman". Mohon maaf apabila terjadi kesalahan atau ada kata yang kurang berkenan. Terimakasih telah membaca.

eksplur

Rujukan Gambar:
Stone. Debbie, dkk., 2005, User Interface Design and Evaluation, Morgan Kaufmann, San Francisco, California.

Sunday, March 15, 2015

Rise Of the Eco Warriors, Aktivis Lingkungan Dari Seluruh Dunia Untuk Borneo



eksplur: Rise of the Eco Warriors adalah sebuah kelompok petualang anak muda dari seluruh dunia, mereka meninggalkan dunia yang mereka kenal dan menghabiskan 100 hari di belantara Kalimantan. Mereka datang untuk menghadapi salah satu tantangan global yang besar pada saat ini, yaitu menyelamatkan hutan hujan dan orangutan.
Mereka harus berperang bersama warga / penduduk sekitar terhadap perusahaan kelapa sawit yang terus-menerus ingin memperluas lahan mereka dengan mengorbankan satwa-satwa yang ada didalamnya seperti orang utan. Perjuangan 100 hari mereka sangatlah berat.
Berikut adalah trailer film dokumenter Rise Of the Eco Warriors :


Situs Website :
http://www.ecowarriorsrise.com/

Wednesday, December 31, 2014

Project ARA, Smartphone Modular Pertama Yang (Belum) Dipasarkan



eksplur: Proyek Ara adalah nama kode untuk sebuah produk pengembangan Google yang bertujuan untuk mengembangkan perangkat keras opensource miliknya. Bisa juga disebut sebagai platform untuk menciptakan smartphone yang sangat modular. Platform ini akan mencakup kerangka struktural (endoskeleton yang memegang modul smartphone pilihan pemilik, seperti layar, kamera atau baterai ekstra. Ini akan memungkinkan pengguna untuk mengganti modul ketika terjadi kerusakan atau jika pengguna ingin melakukan upgrade modul pada smartphone, inovasi tersebut bertujuan untuk membuat siklus hidup yang lebih lama untuk sebuah handset, sehingga berpotensi mengurangi limbah elektronik. Proyek percontohan pasar A untuk Project Ara dijadwalkan akan hadir pada awal tahun 2015 dengan tagihan target biaya bahan sebesar $ 50 untuk telepon dasar berwarna abu-abu. Proyek ini awalnya dipimpin oleh tim Advanced Technologies dan Motorola Mobility sebagai anak perusahaan dari Google. Meskipun Google telah menjual Motorola kepada Lenovo, namun mereka mempertahankan tim proyek yang akan bekerja di bawah arahan divisi Android.